Al Mana Group dari Qatar siap membeli Parma Calcio

Tim-Parma

Selama berbulan-bulan, santer dikabarkan isu pembelian sebuah klub sepak bola di Italia. Kabar tersebut adalah bahwa seorang kaya raya dari Qatar, terkait dengan perusahaan Pizzaroti (pemilik Parma Calcio), siap membeli saham dan mengambil alih klub sepak bola asal Italia tersebut.

Walaupun belum ada informasi resmi dari Parma maupun Al Mana Group, akan tetapi isu ini sudah berhembus sangat kencang. Dari info yang terhimpun, 51% saham Parma Calcio siap untuk dibeli oleh perusahaan yang sudah ada sejak tahun 50-an  tersebut.

Pendiri Al Mana Group, Saleh Al Hamad memulai bisnisnya dengan transportasi yang kemudian mulai meluas ke bidang konstruksi dan otomotif. Perusahaan asal Qatar ini juga mendistribusikan mobil Nissan dan Infiniti. Selain itu, Al Mana Group juga mendistribusikan brand fashion dan parfum seperti Diesel, Zara, dan Sephora. Pada bidang kuliner, Al Mana Group juga mendistribusikan McDonald’s, illycaffè, Grom (perusahaan gelato) yang mempunyai tempat di Mirqab Mall, pusat komersial grup yang diresmikan pada tahun 2017. Kemudian, properti yang terhubung dengan dana investasi, hotel-hotel mewah seperti “W Palm “Di Doha.

Baca Juga: Parma bertamu ke Brescia di Serie A Italia pekan 36

Pada pucuk pimpinan perusahaan, terdapat tiga putra pendiri dari Al Mana Group: Hisham Saleh Al Mana, presiden grup Al Mana, Kamal Saleh Al Mana dan Wissam Al Mana, yang cukup dikenal juga sebagai mantan suami dari Janet Jackson, penyanyi yang juga merupakan saudara perempuan dari Michael Jakcson. Sebenarnya kontak dengan Parma sudah intens dilakukan oleh Al Mana Group menjelang akhir kompetisi, namun dengan adanya pandemi Covid-19 ini, menyebabkan jadi agak diperpanjang diskusinya.

saham-parma

Berdasarkan gosip yang menyeruak, berkaitan dengan struktur kepengurusan yang baru, 51% akan dimiliki oleh grup asal Qatar ini, sedangkan sisa 48% yang dimiliki oleh pengusaha asal Italia, Nuovo Inizo, akan dicicil selama 5 tahun. Sebagai penjamin kebaikan dan itikad baik demi biaya operasi dan masa depan Parma, 1%  dari saham akan diserahkan kepada Parma Partecipazioni. Lalu, jabatan dewan direksi mungkin akan diserahkan kepada Barilla. Pada bagian kontrak kelak, puluhan pasal untuk melindungi Parma untuk meminimalisir segala kemungkinan yang buruk yang akan terjadi. Berkaca dengan keajaiban yang dibangun dalam lima tahun terakhir, yaitu pengalaman dengan Lizhang, tentu Parma dan pendukungnya bisa bermimpi prestasi yang besar.

Biaya yang diperlukan untuk mengakuisisi Parma diperkirakan ada di angka 65 juta euro. Gianluca Di Marzio, wartawan Sky Sports Italy yang terkenal ikut memberikan komentarnya akan kemungkinan akuisisi ini – “Dari rekonstruksi yang dilakukan, keluarga Al Mana adalah salah satu keluarga terkaya di dunia dan ingin berinvestasi di negara kami dan dalam sepak bola. Penggemar Parma dapat mengharapkan hal-hal yang sangat hebat, mendekati akhir musim kompetisi, akan tetapi operasinya mulai berakhir. Dan kami sudah mempelajari bagaimana membangun Parma yang hebat untuk masa depan “.

Sebelum bangkrut pada 2015, Parma merupakan salah satu tim sepak bola sukses yang ada di Italia. Pemain top seperit Hernan Crespo, Enrico Chiesa, Gianfranco Zola, Juan Veron, sampai Gianluigi Buffon pernah membela Ducali Gialloblu, julukan Parma. Parma sejauh ini sudah memiliki beberapa major trophy, seperti 3 Piala Italia, 1 Piala Super Italia, 2 piala UEFA Cup Winner, 4 Italian Lega Pro Champion, 1 Winners Cup, dan 1 UEFA Supercup. Pada Serie A musim 2019/2020 yang memasuki pekan ke 35 ini, Parma berada di peringkat 12 dengan meraih 43 poin dari 12 kali menang, 7 kali seri, dan 16 kali kalah.