Benevento ingin datangkan pemain Parma Calcio 1913, Gervinho

Gervinho-2007-heart-epa

Direktur sepak bola Parma Calcio 1913, Daniele Faggiano memperingatkan bahwa jika Benevento ingin mendatangkan Gervinho, “mereka harus bertanya kepada kami terlebih dahulu dan memastikan apakah Gervinho benar-benar ingin pergi.”

Benevento adalah tim besutan Pippo Inzaghi yang mendapatkan promosi dengan keunggulan 20 poin dari urutan kedua yang belum pernah terjadi sebelumnya sepanjang sejarah di Serie B Italia dan sudah bersiap untuk bermain dan bersaing untuk berada di papan atas Serie A musim depan.

Pemain menyerang asal Perancis yang cukup sering melalang buana di klub-klub daratan Eropa, Loic Remy, sebelumnya telah tiba sebagai free agent dari Lille, akan tetapi gagal dalam medis dengan Benevento. Mirisnya,  Loic Remy bahkan sudah 2 kali gagal tes medis dengan Benevento. Kejadian serupa juga sempat dialami oleh Loic Remy ketika tes medis dengan Liverpool pada 2014 dari QPR dengan mahar 8 juta poundsterling atau senilai 149 miliar Rupiah. Dilansir dari Daily Mail, dikabarkan Loic Remy ada masalah di organ hati.  Akhirnya, setelah 2 kali gagal tes medis dengan Benevento, mereka dikabarkan sangat menginginkan kehadiran Gervinho di sisi mereka.

Baca Juga: Sekilas Tentang Kebangkrutan dan Harapan Parma

“Gervinho adalah pemain Parma FC dan kami ingin membuatnya tetap berada di sini sampai akhir kontaknya, yang bukan pada 2021 akan berakhir seperti yang saya lihat sering dilaporkan media, akan tetapi kontraknya akan habis pada 2022,” kata direktur sepak bola Parma Calcio 1913, Daniele Faggiano kepada Radio Kiss Kiss.

gervinho di calcio

“Jika Benevento menginginkan Gervinho, mereka harus bertanya dulu kepada kami dan memastikan apakah Gervinho ingin pergi ke sana (Benevento) juga.”

Gervinho, pemain asal Pantai Gading berusia 33 tahun ini telah mencetak sembilan gol dengan empat assist dalam 29 pertandingan kompetitif untuk Parma FC musim ini, antara Serie A dan Coppa Italia. Gervinho adalah pemain menyerang yang bisa juga bermain sebagai sayap. Kelincahannya dalam menggiring bola serta penyelesaian akhir di depan gawang menjadikan ia begitu ditakuti pemain bertahan lawan. Apalagi dengan cara Parma bermain yang sering mengandalkan serangan balik, kecepatan Gervinho menjadi ancaman utama bagi tim lawan. Sayangnya, kelemahan dari seorang Gervinho adalah sulit untuk menahan bola dengan baik, sering terjebak offside, kurang tinggi untuk duel udara serta tidak terlalu sering membantu pertahanan. Pemain bertinggi 179 cm itu saat ini dihargai 5.5 juta Euro atau 102 miliar Rupiah berdasarkan situs transfermarkt. Pemain bernama lengkap Gervais Lombe Yao Kouassi tersebut memili kontrak yang akan habis pada 30 Juli 2022.

Pada 2018 lalu, Gervinho sempat diwawancarai Guardian mengenai pilihannya untuk bermain di Liga Cina. “Semua orang bilang aku pergi ke Cina untuk pensiun dan dibayar mahal”, “mereka bilang, aku sedang pergi libura nuntuk beberapa tahun. Aku punya beberapa cidera otot dan itulah mengapa orang-orang mulai bilang bahwa Gervinho sudah selesai. Akan tetapi, mereka semua sangat salah. Setiap minggu kamu harus memberikan yang terbaik: di Cina ada banyak pemain asing sekarang dan ini juga memotivasi pemain-pemain asal Cina.”

“Aku tidak pernah membiarkan diriku selesai. Di Cina kamu harus selau berada di performa puncak karena kamu harus melakukan yang terbaik. Kamu digaji sangat besar – aku digaji sangat besar – tapi kamu harus buktikan kalau kamu pantas menerima uang sebesar itu. Setiap pertandingan adalah tantangan dan aku bermain bersama atau melawan pemain-pemain hebat.”